SRAGEN - RESCUE merupakan organisasi sayap dari Organisasi Masyarakat (Ormas) yang dilandasi rasa kemanusiaan yang adil dan beradab dengan didorong semangat persatuan untuk membantu meringankan penderitaan sesama manusia apa pun sebabnya.
Maka diwilayah Kecamatan Miri Kabupaten Sragen Jawa Tengah, pada hari Rabu malam 26 Maret 2025 pukul 20.00 wib, tepatnya dirumah kediaman salah satu pengurus yakni Sumarno Dukuh Candirejo Kelurahan Bagor rangka pengembangan program, dibentuklah struktural organisasi RESCUE yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan dalam hal penanggulangan dan tanggap bencana.
Rapat pertemuan tersebut juga dihadiri oleh salah satu Anggota DPRD Sragen Fraksi PDIP Nugroho Sulistyo, Camat Miri Ali Rahmanto, Polsek Miri, Kades Bagor Kukuh, Relawan Sibat, KWS, PMI, BPPD, SAR MTA, MTR, Senkom, MDMC, Relawan Ambulance beserta relawan lainnya.
Kegiatan merupakan tindak lanjut hasil dalam kesepakatan pertemuan sebelumnya. Oleh karena itu, beberapa pihak instansi juga mendorong agar pembentukan Tim Rescue terpadu dapat diinisiasi serta dikelola, kemudian dalam bentuk organisasi yang formal, secara aktif oleh para anggota dan pemangku kepentingan di Kecamatan Miri.
Camat Miri Ali Rahmanto menerangkan, penyelenggaran pembentukan Rescue tersebut dapat didorong lebih lanjut untuk menjadi badan atau rumah besar sebagai wadah layanan umum supaya lebih berkembang lagi dalam penyelenggaraan berbagai program kemanusiaan.
Dia mencontohkan bagaimana pentingnya Rescue ditengah-tengah masyarakat, bahwasanya seperti di wilayah Miiri yakni identik kekurangan air dimasa kemarau, khususnya wilayah Desa Gilorejo Baru sangat membutuhkan adanya bantuan.
"Selama ini pada dasarnya kegiatan-kegiatan kemanusiaan sudah bergerak, namun saya harapkan ada yang menahkodahi agar lebih terkoordinir. Maka malam ini dibentuk kepengurusan, nantinya akan kami kukuhkan dikecamatan Miri. Dengan mengundang para pemangku wilayah. Namun sementara terbentuk struktural terlebih dahulu," terangnya dalam sela pertemuan.
Lanjut Camat Ali, menegaskan untuk bersama-bersama mendorong peran aktif Tim Rescue. Peran aktif dari Tim Rescue sendiri menurutnya dapat digunakan untuk mitigasi kebencanaan maupun hal lainnya yang bersifat kedaruratan dari bencana alam. Menurutnya hal tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.
Pihaknya selaku Muspika di Miri secara terang juga menjawil salah satu Anggota DPRD Sragen fraksi PDIP Nugroho Sulistyo yang kebetulan juga asal Miri, terkait Rescue nantinya dibantu menjadi wadah ormas yang berbadan hukum.
"Tidak memungkiri berangkat dari nol tentu adanya sebuah pembiayaan. Kami harap yang hadir juga mengkomunikasikan dengan segenap Pemerintahan Desa se Kecamatan Miri. Nantinya Posko ide kami rencanakan di Kantor Kecamatan yang lama. Semoga kali ini kita sudah selangkah lebih maju serta berkomitmen untuk peningkatan kompetensi tim rescue tersebut dengan mengupayakan adanya orang yang berkompeten maupun peralatan yang memadai kedepannya.” ungkapnya.
Dilokasi yang sama, pria muda asal Desa Modro Miri yang kini duduk dikursi DPRD Sragen fraksi PDIP, Nugroho Sulistyo, mengungkapkan hal yang senada juga merasa senang ikut terlibat dan bergabung dengan tim Rescue penanganan kemanusiaan dan bencana diwilayahnya.
Nugroho menyebutkan latar belakang pembentukan tim relawan ini adalah pentingnya peran masyarakat untuk bersinergi dengan berbagai pihak, inovasi juga perlunya memberikan wawasan tambahan terkait penanganan bencana. Tim diharapkan tak hanya fokus pada penyelamatan, maka melalui inovasi ini menjadi salah satu cara untuk mengedukasi kemasyarakat.
"Sebaiknya kegiatan ini bisa dilakukan secara berkelanjutan, karena manfaatnya sangat bisa dirasakan oleh masyarakat dengan dilibatkannya generasi muda. Kiita semua berharap semua terlibat dalan tim relawan dan informan karena tujuan dan manfaat yang diberikan sangat berpengaruh bagi masyarakat," bebernya.
Selain itu, Nugroho menambahkan untuk Rescue nantinya lebih menguatkan lagi peran relawan di tingkat paling bawah yakni di kelurahan, karena kelurahan itu terdiri dari beberapa RW, lebih mengena dan lebih efektif. Ia mengatakan, masyarakat harus memiliki bekal pemahaman dalam hal kebencanaan.
“Dan unsur masyarakat yang sudah terlatih harus berbagi ilmu ke yang lainnya. Gerakan kerelawanan juga digunakan untuk meminimalisir risiko efek dari bencana. Terkait pembentukan ini, insya Allah akan kami bantu termasuk dibadan hukumkan. Karena ormas yang berlegalitas juga adanya program hibah," Imbuhnya.
Saat ini, pada pembahasan pertemuan itu untuk wilayah Kecamatan Miri pada dasarnya untuk lebih getol adanya sosialisasi usai adanya pembentukan dan pengukuhan Rescue tersebut.
Ke depan, tempat-tempat lain dibeberapa pelosok daerah juga segera menyusul dan dapat membentuk tim tanggap bencana sehingga, berada di tingkat terkecil pun, Kecamatan Miri menjadi masyarakat yang tangguh dan siap bencana.
"Selain itu, nanti dengan dibentuknya Rescue bisa aktif memberikan bantuan disetiap ada bencana yang melanda. Kebanyakan kita menolak untuk bencana, mulai saat ini paradigma itu harus dirubah, harus siap bencana. Karena takdir kita siapa yang tahu," ucap Anto, salah satu relawan senior dari tim SIBAT asal Desa Brojol yang hadir.
Anto juga menguraikan, bahwa selama ini sebenarnya program kemanusiaan ini sudah nyata dilaksanakan selama ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dan program ini terus akan dijalankan kerena inilah program yang langsung menyentuh masyarakat.
Ditanya soal anggaran selama ini terkait program kemanusiaan yang telah berjalan dan aktif tersebut, Anto mengatakan loyalitas dari tim relawan serta donatur.
“Memang masih banyak lagi program-program yang perlu digulirkan, dan ini biar menjadi perhatian bersama. Tidak kami tampik, selama ini giat yang bergulir kontribusi ya kami dapat dari donasi atau donatur maupun personil yang membantu. Dengan menggodok pembentukan tim RESCUE, semoga makin solid serta terkoordinir. ( Eka Awi )